Mulai dari footprint dan sisi terbuka

Data pertama yang harus dipastikan adalah panjang, lebar, batas tinggi, serta sisi yang menghadap jalur pengunjung. Booth dengan satu sisi terbuka membutuhkan pendekatan berbeda dari booth sudut, peninsula, atau island.

Posisi kolom venue, jalur evakuasi, titik listrik, titik rigging, batas dinding tertutup, dan aturan setback dapat mengurangi area yang benar-benar bisa digunakan. Ketentuan tersebut berbeda antar-event.

Contoh booth 2 × 2 dan 3 × 3 meter

Ukuran 2 × 2 dan 3 × 3 meter di sini adalah contoh footprint yang sering ditemui, bukan standar wajib. Pada area 2 × 2 meter, prioritaskan satu pesan utama, satu titik interaksi, dan penyimpanan yang efisien. Area 3 × 3 meter memberi ruang lebih baik untuk counter, demo produk, display vertikal, dan percakapan singkat, tetapi tetap perlu menjaga jalur masuk.

  • Sisakan jalur masuk yang jelas
  • Tempatkan logo pada garis pandang utama
  • Gunakan penyimpanan tertutup agar booth tetap rapi
  • Hindari terlalu banyak produk dan pesan
  • Pastikan staf tidak menutup akses pengunjung

Booth custom untuk kebutuhan yang lebih kompleks

Area yang lebih besar memungkinkan lounge, ruang meeting, demo langsung, pantry, gudang, serta beberapa zona produk. Namun, semakin banyak fungsi berarti semakin penting pembagian sirkulasi, kapasitas listrik, pencahayaan, dan urutan pembangunan di venue.

Checklist sebelum layout dikunci

Kumpulkan floor plan resmi, technical manual terbaru dari penyelenggara, nomor booth, sisi terbuka, tinggi maksimum, jadwal build-up, kebutuhan produk, jumlah staf, storage, titik listrik, dan tujuan utama event. Ketentuan dapat berbeda antaracara dan venue, jadi manual resmi serta persetujuan penyelenggara menjadi rujukan utama sebelum layout dan gambar kerja dikunci.