Apa arti POP dan POSM?

POP berarti point of purchase, yaitu titik atau area tempat keputusan pembelian terjadi. Istilah POP dapat merujuk pada area penjualan maupun media promosi yang ditempatkan di area tersebut.

POSM berarti point-of-sale materials. Istilah ini biasanya dipakai untuk materi promosi fisik di toko, seperti counter display, floor display, shelf talker, stopper, wobblers, product glorifier, standee, serta grafis pada rak, dinding, jendela, atau lantai.

Apa perbedaan praktisnya?

Secara sederhana, POP menekankan titik pembelian atau konteks penempatannya, sedangkan POSM menekankan materi promosi yang digunakan di titik penjualan. Namun, di lapangan keduanya sering dipakai untuk menyebut kelompok pekerjaan yang sama.

Karena itu, pertanyaan yang lebih penting bukan apakah sebuah unit harus disebut POP atau POSM, tetapi apa fungsi unit tersebut, produk apa yang dibawa, di mana unit ditempatkan, berapa lama digunakan, dan bagaimana unit dikirim serta dipasang.

Contoh POP dan POSM di toko

Format dipilih berdasarkan lokasi, jarak pandang, interaksi pelanggan, beban produk, durasi kampanye, dan kondisi toko.

  • Counter display untuk area kasir atau meja produk
  • Floor-standing display untuk visibilitas dari lorong
  • Shelf talker, stopper, dan wobbler untuk memperkuat komunikasi di rak
  • Product glorifier untuk menonjolkan produk utama atau peluncuran
  • Window, wall, dan floor graphics untuk memperluas identitas kampanye
  • Display kombinasi akrilik, kayu, logam, board, grafis, dan pencahayaan

Data yang dibutuhkan sebelum produksi

Brief yang jelas membantu vendor POSM menentukan konstruksi, material, metode cetak, finishing, packing, distribusi, dan instalasi dengan lebih akurat.

  • Foto serta ukuran area penempatan
  • Ukuran, berat, dan jumlah produk yang ditampilkan
  • Artwork atau referensi visual
  • Dimensi, jumlah unit, dan jumlah lokasi
  • Durasi penggunaan serta kondisi indoor atau outdoor
  • Jadwal prototipe, approval, produksi, pengiriman, dan instalasi